Sabtu, 07 Mei 2011

Saat Kita Harus Memilih

Suatu hari, terjadilah bencana banjir di sebuah kota. Hujan besar disertai angin kencang itu memporak-porandakan banyak bangunan, harta benda, dan nyawa.
Diantara korban bencana alam di sana, terdapat seorang pemuda yang berhasil menyelamatkan istrinya. Tetapi sayang anaknya yang masih balita tidak sempat tertolong.
Kejadian itu memicu silang pendapat. Di satu pihak menyatakan perbuatan suami yang menyelamatkan istrinya terlebih dahulu adalah hebat dan benar.
Menurut mereka lebih penting menyelamatkan istri karena urusan anak toh nanti bisa dipikirkan lagi. Mereka mendukung pilihan ayah muda itu.
Di pihak yang bersebrangan, mereka menyalahkan keputusan si pemuda yang membiarkan anaknya terseret arus dan akhirnya meninggal dunia.
Bagi mereka, anak adalah karunia Tuhan yang dititipkan kepada kita, yang tidak boleh disia-siakan dan harus kita pelihara dengan sebaik-baiknya. Jika istri meninggal, kan bisa dicari lagi???
Akhirnya mereka beramai-ramai ingin mendengar langsung dari si pemuda apa yang terjadi sebenarnya.
Dengan raut muka menyimpan duka dan mata berkaca-kaca, si pemuda dengan suara bergetar menjawab, "Saat air datang dengan tiba-tiba, saya terlempar dan terbawa arus. Dalam situasi yang seperti itu, apakah ada kesempatan bagi saya menentukan pilihan antara menolong istri atau anakku terlebih dahulu?
Yang ada di dekat saya waktu itu adalah istriku, maka serta merta saya pun menangkap tangannya dan membawanya pergi dari situ. Saat saya menoleh kembali ke tempat anakku, dia sudah terseret arus dan saya tidak mampu menjangkaunya.
Kalau saya di beri waktu untuk menimbang dalam menentukan pilihan, mungkin saat ini saya telah kehilangan kedua orang yang sama-sama saya cintai.
Tolong jangan hakimi saya. Biarlah saya sendiri yang menanggung kesedihan dan perasaan bersalah."

Teman-teman sekalian,
Pada saat situasi darurat, kadang manusia tidak mempunyai ksempatan untuk berpikir dan memilih yang terbaik.
Tetapi, banyak pula manusia yang terlalu banyak berpikir, menimbang, dan selalu ragu dalam  menentukan pilihan sehingga mereka kehilangan kesempatan yang datang dihadapannya.
Maka pada saat kesempatan datang menghampiri, tangkap dan jangan lewatkan karena mungkin dia tidak akan datang kembali. Yang utama adalah sikap mental kita dalam menyikapinya.
Jangan terlalu memilih-milih pekerjaan apa yang ingin anda kerjakan. Tetapi pastikan anda mengerjakan setiap pekerjaan dengan sebaik-baiknya, penuh semangat, dan keyakinan.

Hidup adalah petualangan. Mumpung masih muda, saat menghadapi problem, jangan mudah mengeluh, merengek, apalagi putus asa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar