Sabtu, 07 Mei 2011

Kebiasaan yang Diulang

Pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya.
Suatu hari, Sang Panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Maka dia memerintahkan prajurit-prajuritnya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.
Setelah semuanya siap, Sang Pangeran memasuki lapangan dengan penuh perciaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.
Panglima  mulai menarik busur dan melepas satu per satu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat.
Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah di lepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.
Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, "Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian? "
Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyeletuk, " Panglima memang hebat! Tetapi, itu hanya keahlian yang di dapat dari kebiasaan yang terlatih."
Sontak panglima dan seluruh rakyat yang hadir memandang dengan tercengang dan bertannya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu.
Tukang minyak kemuadian menjawab, "Tunggu sebentar! "
Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong.
Dengan penuh keyakinan, si penjual  minyak mengambil gayung yang penuh berisi minyak dan kemuadian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh.
Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!.
Panglima dan rakyat tercengang. Mereka bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak.
Dengan kerendahan hati, si penjual minyak membungkukkan badan. Dia menghormat di hadapkan panglima.
Kemudian tukang minyak itu mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang terulang terus-menerus akan melahirkan keahlian."

Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu hikmah,yaitu betapa luar biasanya kekuatan biasa. Habit is power!
Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah dan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter sukses.
Dan karakter sukses hanya bisa dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti berpikir positif, antusias, optimis, disiplin, integritas, tanggung jawab, dan lain sebagainya.
Mari kita melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita kepada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehdupan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar