Sabtu, 07 Mei 2011

Kekuatan Fokus

Pada sebuah kerajaan, hiduplah seorang raja bijak yang sudah lajut usia. Beliau berkeinginan untuk mewariskan tahtanya kepada salah seorang di antara putranya. Ketiga putranya itu semua hebat, gagah, dan cerdas. Maka, Sang Raja berpikir untuk menguji mereka semua untuk menentukan  mana yang paling pantas menjadi penerusnya.
Suatu hari, Sanga Raja mengajak ketiga putranya pergi berburu kelinci di hutan. Sang Raja memanggil dan bertitah, "Anak-anakku, esok hari kita akan mengadakan perburuan kelinci di hutan. Aku ingin tahu, seberapa hebat masing-masing dari kalian. Sehingga, nant aku akan tahu siapa di antara kalian yang paling pantas untuk menggantikan tahtaku memerintahkan kerajaan ini."
Ketiga putra raja tampak sangat antusias mendengar titah ayahnya. Mereka pun menyiapkan semua peralatan sebaik mungkin.
Keesokan harinya, sesaat sebelum memulai perburuan, Sang Ayah memanggil putra pertamanya. "Anakku, sebelum mulai berburu, aku ingin bertanya, apa yang kau lihat di depan sana?"
Si sulung menjawab, "Ayah, aku melihat hamparan semak, pepohonan, rimbunnya hutan, dan sejumlah pasukan kita yang sedang bersiaga."
Sambil mengangguk-angguk kepala, pertanyaan yang diajukan kepada si tengah.
Si tengah menjawab, "Aku melihat hal yang sama dengan kakak. Hanya saja, aku juga melihat cerahnya langit, banyaknya hewan, dan burung yang beterbangan ketika menyadari bahwa pasukan kita datang."
Sang Raja tersenyum dan bertanya kepada si bungsu. "Saya juga melihat yang kakak-kakak lihat. Tapi, yang paling saya perhatikan adalah kelinci yang bersembunyi di semak-semak. Barangkali, ia tahu, hendak jadi binatang buruan, sehingga berlari menyelamatkan diri."
Mendengar jawab itu, Sang Raja tersenyum puas. Di akhir perburuan, ternyata semua anak raja mendapatkan buruan yang sama banyaknya.
Setelah menunggu beberapa lama, Sang Raja mengumumkan dengan bijak, "Anak-anakku, kalian telah menunjukkan kemampuan terbaik. Ayah sangat bangga kepada kalian. Ayah ingin kalian tetap rukun, tidak peduli siapapun yang ayah pilih. Dari jawaban kalian, ayah memilih si bungsu sebagai pengganti ayah.
Dari awal, begitu ia tiba di hutan, bahkan sebelum perburuan dimulai, pikirannya telah fokus pada kelinci buruan. Kekuatan fokus, ayah perlukan dalam membangun kerajaan ini. Anakku bungsu, teruskanlah kepemimpinan ayah dengan fokus mensejahterakan rakyat."


Kisah di atas menunjukkan betapa kekuatan fokus diperlukan untuk mencapai hal yang kita inginkan. Sebab, fokus terhadap apa yang kita kerjakan, maka tubuh dan pikiran kita akan tercurah pada satu titik untuk memaksimalkan hasil yang ingin dicapai.
Mari fokuskan pikiran pada hasil terbaik yang kita impikan.Makin cepat kita melangkah, makin cepat kita menuju titik sasaran,dan makin dekat kita untuk mewujudkan fokus sebagai impian yang  menjadi kenyataan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar